Penghargaan Achmad Bakrie kembali diselenggarakan pada 2026 dan tahun ini telah memasuki penyelenggaraan yang ke-22. Ajang penghargaan tersebut kembali memberikan apresiasi kepada empat tokoh Indonesia yang dinilai telah memberikan kontribusi signifikan dalam bidang keahlian masing-masing.
Keempat penerima penghargaan tersebut berasal dari berbagai bidang, yaitu Sains dan Teknologi, Kesehatan, Pemikiran Sosial, serta Seni dan Budaya. Mereka adalah Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, B.Eng., M.Eng., Ph.D.; Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D.; Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si.; dan Butet Kartaredjasa.
Dalam kategori Sains dan Teknologi, penghargaan diberikan kepada Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo. Ia dikenal sebagai salah satu ilmuwan Indonesia yang berperan dalam pengembangan teknologi Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar (CP-SAR) dan teknologi penginderaan jauh berbasis gelombang mikro. Hasil pengembangannya memiliki berbagai potensi penerapan, antara lain pada drone, pesawat terbang, High Altitude Platform System (HAPS), hingga microsatellite. Teknologi tersebut bahkan telah digunakan oleh sejumlah industri dan lembaga kedirgantaraan di tingkat internasional.
Penetapan keempat penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXII dilakukan melalui tahapan kurasi yang melibatkan dewan juri dengan latar belakang keilmuan dan kompetensi yang beragam. Dewan juri diketuai oleh Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., yang menjabat sebagai Rektor Universitas Bakrie sekaligus Guru Besar Ilmu Rekayasa Struktur. Anggota dewan juri lainnya adalah Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU., ASEAN Eng.; Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A.; Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D.; Yose Rizal Damuri, Ph.D.; Nong Darol Mahmada; serta Dr. Muhammad Tri Andika, S.Sos., M.A. yang juga menjalankan tugas sebagai sekretaris dewan juri.
Komposisi dewan juri yang berasal dari berbagai latar belakang menjadi salah satu aspek penting dalam proses seleksi. Penilaian terhadap para kandidat tidak semata-mata didasarkan pada pencapaian profesional, tetapi juga mempertimbangkan kontribusi serta dampak yang dihasilkan bagi masyarakat. Ketua Dewan Juri Penghargaan Achmad Bakrie XXII, Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, menyampaikan bahwa para penerima penghargaan tahun ini mencerminkan kontribusi yang berasal dari beragam disiplin ilmu. Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai bentuk pengakuan terhadap pencapaian individu, tetapi juga sebagai apresiasi terhadap pemanfaatan ilmu pengetahuan, pemikiran, inovasi, dan karya yang mampu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Sofia menyampaikan pandangan tersebut di Jakarta, sebagaimana dikutip VIVA pada Selasa, 25 Agustus 2026.