Surakarta — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Teknik Elektro Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui tim Bengawan UV pada ajang Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Biro Layanan Masyarakat dan Kerja Sama (BELMAWA) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (DIKTI) ini berlangsung pada [cek kembali tanggal, tertulis 20–15 September 2026. di Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan tim UNS berhasil meraih Juara 1 pada kategori Racing Plane dan Juara 3 pada kategori Technology Development.
Capaian ganda ini menegaskan kedalaman riset tim Bengawan UV, yang tahun ini menurunkan dua wahana sekaligus dengan pendekatan teknis yang sangat berbeda. satu berorientasi pada kecepatan dan manuver, satu lagi pada teknologi pemantauan untuk kebutuhan kemanusiaan.
Pada kategori Racing Plane, tim menerbangkan AMBALAP, wahana yang dikembangkan dengan mengutamakan kecepatan, efisiensi aerodinamika, dan responsivitas dalam bermanuver. Konfigurasi desainnya disusun secara cermat agar pesawat mampu menghasilkan performa terbang optimal pada kondisi penerbangan berkecepatan tinggi, sekaligus tetap stabil saat melakukan manuver tajam di lintasan kompetisi.
Setiap aspek pada AMBALAP mulai dari bentuk sayap, distribusi bobot, hingga sistem kendali dirancang untuk meminimalkan hambatan udara tanpa mengorbankan kestabilan, sebuah keseimbangan teknis yang tidak mudah dicapai dalam kompetisi racing plane. Hasilnya, AMBALAP mampu tampil kompetitif dan berhasil membawa pulang gelar Juara 1 pada kategori ini.
Wahana ini merupakan hasil pengembangan intensif tim selama kurang lebih 1 tahun, di bawah bimbingan Ir. Joko Slamet Saputro, S.Pd., M.T. Proses pengembangan yang panjang ini mencerminkan konsistensi dan ketekunan tim dalam menyempurnakan desain melalui berbagai iterasi uji terbang, evaluasi performa, dan penyesuaian teknis sebelum akhirnya siap bertanding di level nasional.
Sementara itu, pada kategori Technology Development, tim menghadirkan AKASHA MAHASURA, wahana yang dikembangkan dengan Tetravision, sebuah sistem kamera multimodal untuk pengamatan dan pemantauan lingkungan dari udara. Teknologi ini dirancang khusus untuk mendukung operasi tanggap bencana, terutama dalam memantau area terdampak dan mengumpulkan informasi visual secara cepat dan akurat dari udara.
Sistem Tetravision memungkinkan AKASHA MAHASURA untuk menangkap data lingkungan dari berbagai modalitas sekaligus, sehingga informasi yang dihasilkan dapat lebih komprehensif dibandingkan sistem kamera konvensional. Pendekatan ini relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan, mengingat kecepatan dan akurasi informasi menjadi faktor krusial dalam penanganan bencana di Indonesia yang secara geografis rawan terhadap berbagai risiko kebencanaan.
Sama seperti AMBALAP, wahana ini merupakan hasil pengembangan intensif tim selama kurang lebih 1 tahun, mencakup tahap perancangan sistem, integrasi perangkat kamera dan wahana, hingga pengujian fungsi pemantauan di berbagai kondisi simulasi lapangan. Capaian Juara 3 pada kategori ini membuktikan bahwa inovasi yang berorientasi pada kebermanfaatan sosial mampu bersaing di level kompetisi nasional.
Bersama capaian tim di Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026, prestasi di KRTI 2026 ini melengkapi semangat “Jaya di Laut dan Udara” yang menjadi identitas tim Bengawan UV sebuah semboyan yang kini benar-benar terwujud nyata melalui prestasi di dua matra sekaligus: laut dan udara. Semangat ini selaras dengan motto besar tim, Aksatriya Nalendra Madyantara, yang menjadi landasan nilai dalam setiap proses riset, kompetisi, dan kontribusi yang mereka persembahkan.
Pencapaian ganda tahun ini menjadi bukti bahwa Bengawan UV bukan hanya mampu berprestasi di satu bidang, tetapi memiliki kapasitas riset lintas domain dari rekayasa kapal bermesin, wahana terbang berkecepatan tinggi, hingga sistem teknologi pemantauan untuk kemanusiaan.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa Teknik Elektro UNS dalam pengembangan teknologi kedirgantaraan tanpa awak, sekaligus memperkuat posisi UNS sebagai salah satu kampus unggulan di bidang riset kendaraan otonom. Prestasi di dua kategori berbeda pada KRTI 2026 ini juga menunjukkan kedalaman regenerasi dan kaderisasi di internal tim, dengan keterlibatan mahasiswa dari angkatan 2023 hingga 2025.
Tim Bengawan UV, divisi Racing Plane
- Rafi Yogatama (Teknik Elektro 2024)
- Elang Fauzan Arrafi (Teknik Elektro 2024)
- Yudhistira Satria R.P (Teknik Elektro 2025)
Tim Bengawan UV, divisi Technology Development
- Arieq Kresna Pahlevi (Teknik Elektro 2023)
- Benedict Janzzen S.P (Teknik Elektro 2024)
- Ahmad Luthfi Arfian (Teknik Elektro 2024)
- Rafael Maulana Iwansyah (Teknik Elektro 2024)
- Ardan Achmad Trinarendra (Teknik Elektro 2024)
- Muhammad Iqbal Rizqi Alghani (Teknik Elektro 2024)
- Ekky Zuhriffan Ananda Rahmad (Teknik Elektro 2024)
- Aditya Rahmat Widodo (Teknik Elektro 2024)
- Rizal Fawwaz Hantoro (Teknik Elektro 2025)
- Rasya Pahlevi (Teknik Elektro 2025)
- Hilal Ahmad Fahrezi (Teknik Elektro 2025)
Dengan diraihnya dua gelar sekaligus di KRTI 2026, tim Bengawan UV berharap prestasi ini dapat terus memotivasi mahasiswa Teknik Elektro UNS untuk semakin aktif berinovasi, sekaligus menjaga konsistensi capaian di ajang riset dan teknologi nasional maupun internasional.