Tim Bisnis Mahasiswa Teknik Elektro Kembangkan Reverse Vending Machine “SiTukar” : Alat Tukar Sampah Cerdas Berbasis Green Technology

Surakarta — Situkar, usaha inovatif yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), berhasil menghadirkan inovasi Reverse Vending Machine (RVM) sebagai solusi pengelolaan sampah botol plastik, kaleng, dan kemasan minuman berbasis teknologi ramah lingkungan. Pengembangan RVM ini didukung oleh pendanaan Program WIBAWA UNS Tahun 2025, sebuah program yang mendorong lahirnya inovasi kewirausahaan berbasis teknologi dan keberlanjutan di lingkungan UNS.

Tim SiTukar siap mendemonstrasikan platform di booth Demo Day WIBAWA 2025.

Pengembangan Situkar digagas oleh tim mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, yang terdiri atas Daffa Izazudin, Abdee Ridho Pramono, Ahmad Fadlan, Imam Ihsanudin, Inzaghi Zafran Aditya, dan Irfan Nahar Hidayat. Seluruh proses perancangan dan pengembangan inovasi ini dibimbing oleh Ir. Agus Ramelan, S.Pd., M.T., dosen Teknik Elektro UNS.

Reverse Vending Machine (RVM) Situkar dirancang sebagai mesin pemilah sampah otomatis yang mampu mengidentifikasi, memilah, dan mencatat jenis sampah secara digital. Sistem ini memungkinkan pengguna menukarkan botol plastik dan kaleng bekas dengan poin atau insentif, sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari limbah anorganik.

Tim SiTukar saat Demo Day WIBAWA 2025.

Secara teknis, RVM Situkar mengintegrasikan teknologi sensor untuk identifikasi material, sistem kontrol cerdas berbasis mikrokontroler, serta pencatatan data digital yang tersimpan secara terstruktur. Kombinasi teknologi tersebut memungkinkan proses pemilahan sampah berlangsung lebih akurat, efisien, dan transparan, sekaligus meminimalkan kesalahan pemilahan yang umum terjadi pada sistem konvensional. Data yang dihasilkan dari mesin ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi pengelolaan sampah oleh pengelola fasilitas, institusi pendidikan, hingga pemerintah daerah.

Situkar mengusung pendekatan green technology dan ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah akhir, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali secara berkelanjutan. Kehadiran RVM ini juga diarahkan sebagai sarana edukasi lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Abdee Ridho Pramono saat memberikan sosialisasi tentang alat Reverse Vending Machine dalam sesi Open Stage Demo Day WIBAWA UNS 2025 di Auditorium GPH Haryo Mataram.

Abdee Ridho Pramono selaku perwakilan tim pengusul menyampaikan bahwa dukungan dari Program WIBAWA UNS 2025 menjadi faktor kunci dalam percepatan pengembangan alat.
“Pendanaan dan pendampingan dari Program WIBAWA UNS 2025 memungkinkan kami mengembangkan prototipe RVM secara lebih optimal, baik dari sisi akurasi pemilahan, keandalan sistem kontrol, hingga kesiapan alat untuk diterapkan di ruang publik,” ujarnya.

Melalui pendanaan tersebut, tim Situkar melakukan penguatan pada aspek rekayasa produk, uji coba sistem lapangan, serta pengembangan model usaha berbasis penjualan unit Reverse Vending Machine. Ke depan, Situkar menargetkan kerja sama dengan kampus, sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan, kawasan publik, serta pemerintah daerah sebagai mitra strategis dalam penerapan sistem pengelolaan sampah modern.

Program WIBAWA UNS merupakan program pengembangan kewirausahaan Universitas Sebelas Maret yang bertujuan menumbuhkan inovasi teknologi aplikatif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Keberhasilan Situkar sebagai penerima pendanaan mencerminkan peran aktif mahasiswa UNS, dengan pendampingan dosen, dalam menghadirkan solusi konkret terhadap permasalahan lingkungan. Dengan inovasi Reverse Vending Machine yang dikembangkan, Situkar optimistis dapat berkontribusi dalam mendukung target pengurangan sampah, meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, serta mempercepat implementasi ekonomi sirkular berbasis teknologi di Indonesia

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru