Tekan Polusi Udara, Tim Teknik Elektro UNS Hadirkan Inovasi Sistem Monitoring Emisi Karbon Berbasis IoT Sensor dan Kamera di Lingkungan Kampus

SURAKARTA — Tim mahasiswa Teknik Elektro Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil merancang dan mengembangkan inovasi teknologi hijau berupa Sistem Monitoring Emisi Karbon berbasis Internet of Things (IoT) Sensor dan Kamera di lingkungan kampus UNS. Inovasi ini hadir sebagai langkah solutif dan responsif dalam memetakan tingkat polusi udara serta mendukung komitmen kampus dalam mewujudkan ekosistem Green Campus yang berkelanjutan dan bebas emisi.

Melalui integrasi teknologi sensor gas dan pemrosesan citra (image processing), sistem ini dirancang untuk mampu mendeteksi serta menghitung keluaran karbon dari setiap kendaraan bermotor yang melintasi area pemantauan secara presisi. Data emisi yang ditangkap oleh perangkat sensor kemudian dikirim langsung menuju server pusat, sehingga grafik fluktuasi kualitas udara dapat dipantau oleh civitas akademika dan pihak pengelola kampus secara real-time melalui dasbor digital.

Sistem canggih ini memanfaatkan kombinasi mikrokomputer Raspberry Pi 4 sebagai unit pemroses utama dan modul sensor gas yang responsif terhadap senyawa karbon. Komponen kamera pendukung diintegrasikan dengan algoritma kecerdasan buatan untuk mengklasifikasikan jenis kendaraan yang melintas, mulai dari roda dua hingga roda empat. Kepadatan lalu lintas kendaraan ini disinkronkan dengan lonjakan kadar emisi yang terdeteksi, menghasilkan analisis komprehensif mengenai kontribusi sektor transportasi terhadap emisi karbon di area universitas.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Proses pemantauan secara real-time memberikan manfaat besar terhadap manajemen dan pengambilan kebijakan lingkungan di area kampus. Dengan data yang terus diperbarui setiap detik, pihak kampus dapat mengidentifikasi titik-titik krusial yang memiliki akumulasi emisi tertinggi serta menentukan waktu-waktu padat kendaraan. Langkah ini diharapkan mampu mempermudah penerapan strategi mitigasi dampak lingkungan, seperti rekayasa lalu lintas internal, perluasan ruang terbuka hijau, hingga pembatasan kendaraan konvensional di area tertentu.

Pengembangan proyek inovatif ini digawangi oleh kolaborasi solid lima mahasiswa Teknik Elektro UNS, yakni Syalo Borne Satria Aditya selaku pengembang utama sistem, bersama dengan rekan timnya, Nada Rania Syahputri, Muhammad Abdurrahman, Dwiki Santiko, dan Norbert Artorius Ekagunadharma. Kerja keras tim mahasiswa ini berada di bawah bimbingan dan arahan langsung dosen pakar Teknik Elektro UNS, Agus Ramelan, S.Pd., M.T.

“Sistem monitoring yang dikembangkan oleh mahasiswa kami merupakan bentuk implementasi nyata teknologi tepat guna berskala cerdas (smart system) untuk menjawab tantangan isu lingkungan global saat ini. Tidak hanya berfokus pada visualisasi data, integrasi IoT dan kamera ini memberikan transparansi penuh terhadap emisi kendaraan bermotor secara langsung (real-time). Melalui pemetaan emisi yang akurat, diharapkan tercipta kebijakan kampus hijau yang lebih terukur dan berbasis data konkrit,” jelas Agus Ramelan, S.Pd., M.T. selaku dosen pembimbing

Setelah melewati rangkaian tahapan perancangan sistem, kalibrasi sensor, hingga uji coba fungsionalitas di beberapa gerbang masuk dan jalur utama kampus UNS, sistem ini telah terbukti stabil dan mampu mengirimkan visualisasi data kualitas udara tanpa hambatan teknis yang berarti. Data berkala tersebut ke depannya dapat diakses publik sebagai bahan edukasi bagi mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya mereduksi jejak karbon harian.

Ke depannya, Syalo Borne Satria Aditya dan tim berharap inovasi Sistem Monitoring Emisi Karbon ini dapat diperluas implementasinya ke luar area kampus, seperti kawasan perkotaan Surakarta atau kawasan industri sekitarnya yang memiliki tingkat mobilitas kendaraan sangat tinggi. Langkah pengembangan integratif ini diharapkan dapat terus mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin SDG 11 terkait Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, serta SDG 13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim di Indonesia

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru