Mahasiswa Teknik Elektro UNS Raih Juara 2 Nasional Telkomsel Jaga Bumi 2026 Lewat Inovasi RE-GRID

Dokumentasi Closing Ceremony di GIK UGM, Yogyakarta

SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret (UNS). Tim yang terdiri atas mahasiswa tahun kedua, Benedict Janzzen Samuelle Pang (I0724040), Muhammad Rizqi Al-Baihaqi (I0724030), dan M. Maula Aufa Nizam (I0724034) berhasil meraih Juara 2 pada kompetisi Telkomsel Jaga Bumi 2026 kategori Future Impact Challenge melalui inovasi bertajuk “RE-GRID, Pemanfaatan Second-Life EV Battery”. Prestasi tersebut diraih setelah bersaing dengan lebih dari 170 peserta dari lebih dari 60 kota di seluruh Indonesia, yang menghadirkan berbagai inovasi di bidang teknologi dan keberlanjutan lingkungan.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Telkomsel tersebut menjadi wadah bagi generasi muda Indonesia untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan lingkungan melalui pendekatan teknologi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat. Puncak acara berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, sekaligus menjadi penutup rangkaian program Telkomsel Jaga Bumi 2026 yang telah dimulai sejak peringatan Hari Bumi pada April 2026.

Dalam kompetisi ini, tim mahasiswa Teknik Elektro UNS menyusun RE-GRID, sebuah inovasi yang memanfaatkan baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang telah memasuki masa pensiun sebagai sistem penyimpanan energi (Energy Storage System/ESS) yang aman, ekonomis, dan berkelanjutan. Inovasi tersebut mengombinasikan Battery Management System (BMS) dengan teknologi Narrowband Internet of Things (NB-IoT) milik Telkomsel untuk memantau kondisi baterai secara real-time sehingga pemanfaatan baterai second-life dapat dilakukan dengan lebih aman dan efisien.

Gagasan tersebut berangkat dari meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia yang diperkirakan akan diikuti oleh bertambahnya jumlah baterai yang memasuki akhir masa pakai pada kendaraan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan jumlah limbah baterai dalam beberapa tahun mendatang apabila tidak disiapkan sistem pemanfaatan kembali yang aman. Meskipun tidak lagi optimal untuk kebutuhan kendaraan listrik, baterai tersebut masih memiliki kapasitas yang cukup besar untuk dimanfaatkan kembali sebagai media penyimpanan energi.

Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan fasilitas laboratorium serta pendampingan dosen Program Studi S1 Teknik Elektro UNS yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan riset di bidang sistem tenaga, embedded system, Internet of Things, serta teknologi keberlanjutan untuk menjawab tantangan transisi energi di Indonesia.

Ajang Future Impact Challenge merupakan salah satu program dalam Telkomsel Jaga Bumi 2026 yang berfokus pada pencarian gagasan inovatif di bidang lingkungan dan keberlanjutan. Kompetisi ini mendorong peserta untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga memiliki potensi implementasi serta memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang nyata.

Dokumentasi Awarding

Prestasi yang diraih tim mahasiswa Teknik Elektro UNS diharapkan menjadi motivasi bagi ivitas akademika untuk terus menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan teknologi ramah lingkungan. Ke depan, inovasi RE-GRID direncanakan untuk terus dikembangkan menuju tahap purwarupa dan implementasi sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transisi energi bersih serta pengelolaan baterai kendaraan listrik yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru